Bagaimana Teologi Alkitab menjaga & Membimbing gereja
18 Maret 2025, 07:44

47
Jonathan Leeman*)
Teologi Alkitab adalah sebuah cara membaca Alkitab. Teologi Alkitab adalah sebuah hermeneutika. Teologi Alkitab percaya bahwa Alkitab dengan banyak penulis dan banyak kitab sesungguhnya menyampaikan satu kisah oleh satu pengarang Ilahi — tentang Kristus.
Kedengaran sedikit akademis? Memang, tetapi…
Disiplin ilmu teologi Alkitab adalah penting untuk menjaga dan membimbing gereja Anda. Teologi Alkitab menjaga gereja-gereja terhadap cerita-cerita palsu dan jalan-jalan yang salah. Teologi Alkitab membimbing gereja-gereja kepada pemberitaan (khotbah) yang lebih baik, praktik yang lebih baik, jalan yang lebih baik.
Teologi Alkitab Sebagai Penjaga Gereja
Pikirkan, misalkan, tentang liberalisme teologis. Liberalisme merombak narasi keselamatan sebagai karya Allah untuk mengatasi, katakanlah, ketidakadilan ekonomi atau kesadaran politik yang berpusatkan diri. Alur cerita penebusan yang demikian mungkin tidak semuanya salah, tetapi cerita yang demikian mengingatkan saya tentang bagaimana salah satu dari putri saya akan menceritakan suatu pertengkaran dengan adik perempuannya. Ia akan mengatakan kebenaran, tetapi ia juga akan menghilangkan detailnya, memilah penekanan, membuat hubungan penafsiran yang lemah. Demikian pula halnya dengan narasi dari liberalisme dan alur cerita Injil dalam Alkitab.
Dan demikian pula halnya dengan Katolisisme Roma, di mana para imam dan sakramen memainkan suatu peran pengantara yang menampar hebat kovenan lama. Atau dengan injil kemakmuran, yang hanya membicarakan mengenai berkat ketika memasukkan unsur-unsur dari Perjanjian Lama ke dalam perjanjian yang baru.
Kelompok-kelompok yang lain memang tidak membawa penebusan di masa lalu ke dalam masa kini, tetapi mereka membawa penebusan masa depan ke dalam masa kini. Suatu ketika terdapat kaum Anabaptis perfeksionis yang berpikir bahwa mereka dapat dengan cepat membawa surga ke bumi. Kaum liberal progresif telah mengupayakan hal ini satu abad yang lalu. Kini ada banyak yang mencoba untuk masuk ke dalam kebudayaan yang sedang berubah dengan secara halus menawarkan narasi yang diubah.
Daftar akan menjadi panjang, entah kita sedang memikirkan bidat-bidat “Kristen” seperti Mormonisme dan Saksi Yehovah, atau gerakan-gerakan di dalam gereja-gereja seperti injil sosial, teologi liberal, atau bentuk-bentuk tertentu dari separatisme fundamentalis.
Tujuannya adalah, injil-injil (palsu) yang timpang dan gereja-gereja (palsu) yang timpang dibangun entah di atas nas-nas yang digunakan sebagai bukti pembenaran doktrin mereka (proof text) yang tanpa berpikir secara narasi atau di atas seluruh cerita yang kemudian menyalahi prinsip penafsiran. Entah mereka secara salah mengaitkan perjanjian-perjanjian utama Alkitab atau mereka memiliki pilihan yang lebih besar tentang kesinambungan atau ketidaksinambungan; atau mereka gagal untuk membedakan tipe dari antitipe atau mereka kurang menyadari atau terlalu menyadari eskatologi mereka. Mungkin mereka menjanjikan surga di atas bumi sekarang ini; mungkin mereka menelanjangi kehidupan rohani sekarang ini.
Dalam setiap kasus, teologi Alkitab yang buruk atau tidak seimbang tetap memberitakan suatu Injil yang buruk atau tidak seimbang, dan injil yang demikian akan membangun gereja-gereja yang buruk atau tidak seimbang.
Sementara itu, teologi Alkitab yang baik akan menjaga Injil dan menjaga sebuah gereja. “Sebuah teologi Alkitab yang kokoh akan cenderung melindungi orang-orang Kristen terhadap reduksionisme yang paling hebat,” kata D. A. Carson.
Hal itu berarti tugas seorang pendeta (gembala sidang) adalah:
Untuk mengenal teologi Alkitab yang baik, dan
Memiliki kepekaan tertentu terhadap teologi Alkitab yang buruk yang akan memengaruhi orang-orang yang berjalan ke dalam gerejanya.
Hari ini, banyak dari kawanan tersebut yang telah disapih pada versi tertentu dari injil kemakmuran. Dapatkah Anda menjelaskan mengapa susu yang demikian adalah busuk?
Teologi Alkitab Sebagai Pembimbing Gereja
Namun teologi Alkitab tidak hanya sebagai penjaga. Ia juga sebagai pembimbing-pembimbing kepada pemberitaan (khotbah) yang baik, penjangkauan dan keterlibatan yang baik, ibadah bersama yang baik, struktur gereja yang baik, dan kehidupan Kristen yang sehat.
Pembimbing kepada Pemberitaan (Khotbah) yang Baik
Ketika Anda duduk untuk mempelajari sebuah nas Alkitab dan mempersiapkan sebuah khotbah, teologi Alkitab menjaga Anda dari mengambil proof text atau menyampaikan sebuah kisah penebusan yang tidak seimbang.
Teologi Alkitab menjaga setiap nas Alkitab di dalam konteks kanoniknya yang benar, dan menolong Anda untuk melihat apa hubungan nas Anda dengan pribadi dan karya Kristus. Teologi Alkitab menghindarkan moralisme sehingga kita dapat menyampaikan khotbah-khotbah Kristen. Teologi Alkitab dengan benar akan menghubungkan yang indikatif dan yang imperatif, iman dan perbuatan. Teologi Alkitab akan mengajarkan eksposisi yang bersifat injili. Teologi Alkitab memastikan bahwa setiap khotbah adalah bagian dari kisah yang agung.
Pendek kata, para hamba Tuhan, Anda perlu teologi Alkitab untuk melakukan hal yang paling penting dalam tugas Anda: memberitakan dan mengajarkan Firman Allah.
Pembimbing kepada Penjangkauan dan Keterlibatan yang Baik
Beralih untuk memikirkan suatu penjangkauan dan keterlibatan gereja dengan dunia luar, teologi Alkitab dengan benar akan menyeimbangkan harapan kita antara berharap terlalu banyak (over-realized eschatology) atau menuntut terlalu sedikit (anugerah murahan, gampang percaya, memiliki sebelum percaya, bukan mengkhotbahkan hal-hal yang bersifat perintah atau imperatif).
Teologi Alkitab yang baik tidak menjanjikan kehidupan yang terbaik kita sekarang ini (entah hal itu berarti kesehatan dan kekayaan, memperbarui kota, memenangkan perkenan kaum elite). Tetapi teologi Alkitab yang baik juga tidak menghindarkan dari melibatkan budaya dan mengusahakan kebaikan kota dalam pelayanan nyata demi kasih dan keadilan.
Teologi Alkitab menjadikan kata penjangkauan (penginjilan dan misi) sebagai yang terutama, tetapi juga tidak dengan salah memisahkan kata dan perbuatan. Keduanya adalah tak terpisahkan bagi kesaksian dan misi gereja, seperti alur cerita dari Adam hingga Abraham, hingga Israel, hingga Daud, hingga Kristus, hingga gereja menjadi jelas.
Pembimbing kepada Ibadah Bersama yang Baik
Apakah ketika Daud mengusung tabut perjanjian adalah normatif bagi perkumpulan gereja? Tidak? Bagaimana tentang dupa yang dipakai para imam Perjanjian Lama, atau penggunaan alat-alat musik dan paduan suara, atau “mempersembahkan kurban” pada hari-hari raya, atau pembacaan dan penguraian nas Alkitab? Sebuah teologi Alkitab yang benar akan menolong menjawab apa yang harus dibawa ke dalam era kovenan baru dan apa yang harus ditinggalkan dalam kovenan yang lama.
Banyak hal, sekali lagi, bergantung pada bagaimana kita menyatukan kovenan, pendekatan kita kepada kesinambungan dan ketidaksinambungan, dan pemahaman kita tentang penggenapan karya Kristus. Hal itu juga bergantung pada pemahaman kita tentang mandat apa yang diperintahkan Kristus untuk dilakukan gereja yang berkumpul.
Semuanya ini mungkin kedengaran akademis, Pendeta (Gembala). Tetapi praktik Anda bergantung pada teologi Alkitab tertentu. Pertanyaannya adalah, sudahkah Anda memikirkan yang mana?
Pembimbing kepada Struktur Gereja yang Baik
Dengan cara yang sama, alur cerita Alkitab meminta perhatian kita kepada hal-hal kesinambungan dan ketidaksinambungan untuk bagaimana kita mengelola gereja kita. Dalam hal kesinambungan, umat Allah selalu memiliki orang dalam dan orang luar, yang berarti kita perlu mempraktikkan keanggotaan dan disiplin. Dalam hal ketidaksinambungan, para pemimpin umat Allah telah berubah secara dramatis dari kovenan yang lama kepada yang baru. Pertama, semua umat Allah menjadi imam-imam. Kedua, para penatua Allah adalah gembala bawahan yang memberi makan kawanan melalui Firman.
Tak diragukan, persoalan tentang siapa yang dapat menjadi seorang anggota gereja bergantung pada teologi Alkitab. Apakah keanggotaan hanya bagi orang yang percaya atau orang yang tidak percaya dan anak-anak mereka? Hal itu bergantung pada bobot kesinambungan dan ketidaksinambungan yang Anda lihat antara sunat dan baptisan.
Pembimbing kepada Kehidupan Kristen yang Sehat
Akhirnya, sangat berharga untuk mempertimbangkan kepentingan dari teologi Alkitab bagi kehidupan Kristen yang sehat, dan bagaimana kehidupan tersebut terhubung dengan gereja lokal.
Dalam kisah Keluaran, penebusan diberikan kepada sekelompok orang (corporate). Tetapi dalam Perjanjian Baru, penebusan berlaku bagi pribadi-pribadi, bukan?
Baiklah, hal itu bergantung pada bagaimana kita memahami hubungan antara kovenan yang lama dan yang baru, dan apa yang telah Kristus capai di dalam yang baru. Kiranya kita tidak berdebat bahwa eksistensi seorang kepala perjanjian mensyaratkan suatu umat perjanjian (lihat Yeremia 31:33, 1 Petrus. 2:10). Lebih lagi, Paulus tampaknya menegaskan bahwa tembok pemisah partisi antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi telah roboh dan bahwa “satu manusia yang baru” telah diciptakan di momen yang persis sama orang-orang berdosa didamaikan dengan Allah (Efesus 2:11-22).
Jika benar bahwa keselamatan dalam Perjanjian Baru diarahkan kepada suatu umat setiap detailnya sama seperti dalam Perjanjian Lama, kendati setiap pengalaman keselamatan individu terjadi di waktu yang berbeda dan tidak secara bersama seperti dalam Keluaran, maka hal itu sepertinya bahwa kehidupan Kristen secara dasariah adalah korporat (bersama). Dan pertumbuhan adalah korporat. Dan kehidupan dalam iman pun adalah korporat. Ayah yang telah mengangkat saya, tetapi ia mengangkat saya ke dalam sebuah keluarga, sehingga menjadi anaknya berarti menjadi saudara mereka.
Baiklah, realitas bersama ini memiliki implikasi yang tak terhitung bagi segala sesuatu dalam pengajaran, persekutuan, dan budaya gereja. Sebuah tujuan yang utama bagi keberadaan sebuah gereja lokal -- jika paparan teologi Alkitab ini adalah benar -- adalah hanya sekadar menjadi sebuah gereja. Tujuannya adalah menjadi keluarga baru ini, umat yang baru, bangsa yang baru, kebudayaan yang baru, tubuh yang baru. Seberapa besar pertumbuhan rohani bukanlah tentang apa yang saya lakukan dalam waktu-waktu tenang saya; hal itu adalah bagaimana saya belajar mengenakan identitas yang baru tersebut sebagai seorang anggota keluarga.
Di pihak lain, sangat mudah untuk membayangkan sebuah teologi Alkitab yang terlalu menekankan individu melebihi jemaat (seperti yang dilakukan oleh teologi konservatif) atau terlalu menekankan korporat dan struktur sosial melebihi tanggung jawab individu (seperti yang dilakukan oleh teologi liberal).
Lebih lanjut, pemahaman Anda tentang alur cerita tersebut akan menolong Anda untuk mengetahui apa yang diharapkan dari sesama teman anggota Anda: seberapa besar kebenaran, seberapa besar kemenangan atas dosa, seberapa besar kesembuhan rohani bagi korban ketidakadilan, seberapa besar restorasi dalam hubungan yang telah hancur. Bentuk dari alur cerita Alkitab -- seperti yang Anda pahami -- akan membentuk pendekatan Anda kepada tragedi dan kejahatan serta kebenaran ketika Anda menghadapinya dalam kehidupan Anda dan kehidupan orang lain.
Dengan kata lain, sebuah teologi Alkitab yang benar akan memimpin kepada sebuah visi sudah atau belum dari kehidupan Kristen. Sangat mudah untuk bersalah kepada terlalu banyak “sudah” atau terlalu banyak “belum”.
Pada dasarnya, sebuah teologi Alkitab yang benar menawarkan suatu bimbingan yang dapat dipercaya kepada kehidupan Kristen, terutama ketika kehidupan terhubung dengan gereja lokal. Dan teologi Alkitab yang benar akan membimbing gereja terhindar dari penekanan yang salah, pengharapan yang salah, dan penginjilan yang salah.
*Jonathan (@JonathanLeeman) mengedit seri buku 9Marks dan juga jurnal 9Marks. Ia juga adalah penulis dari beberapa buku tentang gereja. Karena panggilannya kepada pelayanan, Jonathan telah memperoleh gelar M.Div. dari Southern Seminary dan Ph.D. dalam bidang Eklesiologi dari University of Wales. Ia tinggal bersama istrinya dan empat orang putrinya di Cheverly, Maryland, di mana dia juga merupakan seorang penatua di Cheverly Baptist Church.
Belanja
Akun
Sumber
Support
Copyright © 2026 Kabaria