DIPANGGIL UNTUK MEMBERITAKAN KESELAMATAN: PENAHBISAN PDT. YOSIA ABDIELL KHARISMAWAN
9 September 2025, 14:41

257
Minggu, 24 Agustus 2025, menjadi momen yang tak terlupakan bagi jemaat Gereja Baptis Indonesia (GBI) Betlehem Cabang Gondangdia, atau yang akrab disapa Gondangdia Baptist Fellowship (GBF). Di Gedung Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI), suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti acara penahbisan Pdm. Yosia Abdiell Kharismawan, S.Si., M.Pdk., M.Th., sebagai pendeta pengantar Injil. Setelah satu dekade melayani, penahbisan ini menandai awal dari babak baru dalam perjalanan panggilannya sebagai gembala sidang.
Dengan tema yang kuat dan penuh makna, "Dipanggil untuk Memberitakan Keselamatan" yang diambil dari Yesaya 42:6, merupakan sebuah peneguhan akan panggilan Ilahi yang terus berlanjut di tengah zaman yang penuh tantangan. Sekitar 150 jemaat, 16 pendeta, dan perwakilan dari 40 gereja yang diundang, turut hadir menciptakan atmosfer persekutuan yang hangat, penuh dukungan, dan doa.
Acara dibuka dengan sambutan dari Pdt. Dwi Hari Santoso selaku Ketua Department Kependetaan BPN GGBI dan dilanjutkan dengan pujian penyembahan dari tim ibadah, lalu khotbah oleh Pdt. Raymond Danny selaku Ketua Sie Kependetaan BPD DKI Jaya Banten. Dalam khotbahnya, Pdt. Raymond mengingatkan seluruh hadirin tentang inti dari panggilan seorang hamba Tuhan. Ia menegaskan bahwa motivasi utama untuk melayani bukanlah bakat pribadi atau keuntungan duniawi, melainkan sebuah panggilan Ilahi yang kokoh. Mengutip Richard J. Krejcir dalam tulisannya “The Problem with Pastors”, Pdt. Raymond menekankan bahwa fondasi pelayanan adalah keyakinan bahwa Tuhan sendirilah yang memanggil.
Pesan ini dipertegas dengan perenungan mendalam dari Yesaya 42:6: "Aku, TUHAN, telah memanggil engkau dalam kebenaran, telah memegang tanganmu; Aku telah menjaga engkau dan menjadikan engkau perantara perjanjian bagi umat manusia, terang untuk bangsa-bangsa."
Dari ayat ini, Pdt. Raymond memaparkan tiga poin kunci yang menjadi penguat bagi Pdt. Yosia dan seluruh jemaat. Pertama, karena panggilan itu berasal dari Tuhan, maka seorang pendeta tidak dipilih oleh dirinya sendiri, melainkan oleh Tuhan yang berdaulat, Sang Pencipta. Selanjutnya, Gembala Sidang GBI Getsemani Jakarta ini juga menegaskan bahwa tujuan dari sebuah panggilan adalah untuk memberitakan keselamatan. Diingatkan bahwa Hamba Tuhan bukanlah sumber keselamatan, melainkan pembawa kabar keselamatan yang hanya ada di dalam Kristus. Pada akhirnya Hamba Tuhan diperintahkan untuk tetap menjadi terang. Sama seperti Kristus yang adalah terang dunia, hamba-hamba-Nya juga dipanggil untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Pesan ini menjadi pengingat bagi setiap orang percaya bahwa panggilan untuk membawa terang Kristus ada dalam setiap aspek kehidupan kita.
Salah satu bagian yang sangat menyentuh hati dalam acara penahbisan ini adalah kesaksian pribadi dari Pdt. Yosia. Ia membuka diri tentang perjalanan imannya yang penuh tantangan, dari seorang anak pendeta hingga akhirnya menerima panggilan yang mengubah hidupnya. Awalnya, suami dari Ibu Hanna Manusiwa ini tidak pernah membayangkan dirinya akan berdiri di mimbar. Meskipun tumbuh di lingkungan pelayanan, ia mengaku tidak memiliki bakat untuk berbicara di depan umum. Ia justru tertarik pada dunia sains dan bercita-cita menjadi seorang fisikawan bahkan ahli nuklir. Namun, kegagalan dalam ujian masuk universitas ketika akan menempuh pendidikan magister membuat ia marah dan kecewa kepada Tuhan. Selama lima tahun, ia menjauh dari pelayanan, mencari jalannya sendiri.
Titik balik datang ketika ia merenungkan Firman Tuhan dalam Yeremia 29:11, dan kisah anak yang hilang dalam Lukas 15. Melalui pengalaman rohani itu, ia kembali kepada kasih Bapa dan menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar dari ambisinya sendiri. Saat merenungkan Yesaya 42, ia akhirnya yakin bahwa Tuhan memanggilnya untuk menjadi pendeta. Meskipun sempat bergumul dan mencoba lari dari panggilan itu, ia akhirnya menyerahkan hidupnya sepenuhnya untuk melayani.
Kesaksiannya tidak berhenti di situ. Putra dari Pdt Andreas Mugiono ini juga berbagi tentang pergumulan finansialnya saat hendak memasuki sekolah tinggi teologi. Ia sempat tidak memiliki biaya, tetapi Tuhan membuka jalan secara ajaib tanpa ia harus meminta kepada manusia. Ini menjadi bukti nyata bahwa Tuhan yang memanggil adalah juga Tuhan yang memelihara. Kisah ini memberikan inspirasi yang besar, khususnya bagi kaum muda yang sedang bergumul dengan panggilan hidup mereka.
Dalam sambutannya, Pdt. Yosia mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada keluarga, jemaat, dan tim pelayanan GBF atas dukungan yang tak pernah putus. Ia menegaskan bahwa acara penahbisan ini bukan tentang dirinya, melainkan tentang kemuliaan nama Tuhan.
Kepercayaan dan dukungan jemaat terhadap ayah dari seorang putra, Daniel Devasya Kharismawan, ini sangat kuat. Saat tim Suara Baptis mewawancarai beberapa pendeta dan jemaat, mereka memberikan alasan yang beragam untuk merekomendasikan penahbisannya. Salah satu narasumber menyatakan, "Saya yakin merekomendasikan dia karena melalui wawancara, dia yakin akan panggilannya untuk menjadi gembala sidang." Sementara yang lain mengatakan, "Dari pengajaran beliau, saya PD (yakin) banget dan sangat nyaman dengan kepemimpinan beliau."
Penahbisan Pdt. Yosia Abdiell Kharismawan pada 24 Agustus 2025 menjadi pengingat bagi seluruh gereja bahwa panggilan Tuhan tidak pernah salah alamat. Meskipun manusia ragu dan mencoba lari, tangan Tuhan tetap memegang dan membentuk hamba-hamba-Nya sesuai dengan rencana-Nya. Melalui kisah hidupnya, kita semua diajak untuk merenungkan kembali: Sudahkah kita hidup sebagai terang dunia dan setia memberitakan keselamatan yang ada di dalam Kristus?
Beberapa pesan penuh kasih dan dorongan disampaikan kepada Pdt. Yosia seusai ditahbiskan:
- “Pelayanan itu membutuhkan kesungguhan dan ketahanan. Hadapilah dengan kuat, dan barang siapa yang bertahan sampai kesudahannya, dia akan selamat.” — Pdt. Raymond Danny
- “Tambah semangat pelayanannya, kami sebagai jemaat siap mendukung.” — Bpk. Tito
- “Tetap melayani Tuhan sampai kapan pun, sampai Tuhan datang. Ini bukan tentang kita, ini tentang pekerjaan Tuhan.” — Bpk. Dody
- “Jangan lari dari masalah, tetapi hadapi dan selesaikan. Prioritaskan keluarga, karena keluarga yang sehat mendukung pelayanan yang sehat.” — Pdt. I Made Wasta
Kiranya Tuhan terus meneguhkan langkah Pdt. Yosia dalam menggembalakan jemaat GBF Gondangdia, sehingga melalui hidup dan pelayanannya, semakin banyak orang mengenal dan mengalami kasih Kristus yang menyelamatkan.
Birografi singkat:
Istri : Hanna Manusiwa
Anak : Daniel Devasya Kharismawan
Pendidikan:
S1: Universitas Kristen Immanuel jurusan MIPA Fisika
S2: Sekolah Tinggi Teologia Injili Indonesia. Magister Pendidikan Agama Kristen, Sekolah Tinggi Teologia Baptis Jakarta. Magister Theologia
S3: Sekolah Tinggi Teologia Injili Jakarta. Doktor Teologia
Belanja
Akun
Sumber
Support
Copyright © 2026 Kabaria