HIDROTERAPI AIR HANGAT (Menurunkan Tekanan Darah Lanjut Usia dengan Hipertensi)

25 Juni 2026, 15:44

HIDROTERAPI AIR HANGAT (Menurunkan Tekanan Darah Lanjut Usia dengan Hipertensi)

98

Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan (degeneratif) sehingga penyakit menular dan penyakit tidak menular sering muncul pada lanjut usia. Penyakit tidak menular pada lanjut usia di antaranya adalah hipertensi, stroke, diabetes melitus dan radang sendi atau rematik (Kemenkes RI, 2013). Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan darah diastolik sedikitnya 90 mmHg. Lanjut usia (lansia)  yang menderita hipertensi akan mengalami beberapa gejala klinis. Gejala klinis yang dialami oleh para penderita hipertensi biasanya berupa pusing, mudah marah, telinga berdenging, sukar tidur, sesak nafas, rasa berat di tengkuk, mudah lelah, mata berkunang-kunang, dan mimisan (jarang dilaporkan).


Apabila lanjut usia yang didiagnosa hipertensi tidak dilakukan penatalaksanaan (farmakologis dan nonfarmakologis) dengan baik akan mengalami berbagai macam dampak yang merugikan bagi lanjut usia itu sendiri. Tekanan darah tinggi yang menyebabkan pembuluh darah menebal dan timbul arteriosklerosis (pembuluh darah arteri mengeras, menebal, dan kehilangan elastisitas) yang mengakibatkan perfusi jaringan menurun dan berdampak kerusakan organ tubuh di antaranya stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal ginjal, edema paru dan ensefalopati.


Penanganan hipertensi secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu secara nonfarmakologis dan farmakologis. Perawat dapat memberikan penanganan nonfarmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri dan mudah dalam upaya menjaga kestabilan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Penanganan hipertensi secara garis besar adalah terapi komplementer yang bersifat terapi pengobatan alamiah di antaranya adalah terapi herbal, terapi nutrisi, relaksasi progresif, meditasi, terapi tawa, akupuntur, akupresur, aromaterapi, refleksiologi dan hidroterapi.


Tatalaksana Keperawatan

Dalam lingkup keperawatan dikembangkan pula terapi nonfarmakologis sebagai tindakan mandiri perawat seperti massage (pijat), meditasi, akupuntur, terapi herbal dan hidroterapi. Hidroterapi dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan memperlebar pembuluh darah, sehingga lebih banyak oksigen dipasok ke jaringan yang mengalami pembengkakan, perbaikan sirkulasi darah juga memperlancar sirkulasi getah bening yang dapat membersihkan tubuh dari racun. Oleh karena itu, orang yang menderita berbagai penyakit seperti rematik, radang sendi, linu panggul, sakit punggung, kelelahan, stres, sirkulasi darah yang buruk (hipertensi), nyeri otot, kram, kaku, terapi air bisa digunakan untuk meringankan masalah tersebut.


Metode Pelaksanaan

Berdasarkan hasil penelitian, prosedur hidroterapi rendam air hangat dilakukan sebanyak satu kali sehari selama sepuluh menit dengan suhu 39ºC - 42ºC selama lima hari berturut-turut.

Ada pun kriteria lanjut usia yang diberikan hidroterapi rendam air hangat adalah: 

  • Lanjut usia, mampu duduk atau tidak, ada kontraindikasi mobilisasi duduk

  • Lanjut usia dengan tingkat kesadaran penuh

  • Lanjut usia yang mendapatkan pengobatan antihipertensi, yaitu Amlodipin 0 – 0,5 mg

  • Lanjut usia dengan keadaan emosi mental yang baik

  • Lanjut usia yang kooperatif


Selain itu ada lanjut usia yang tidak masuk kriteria adalah sebagai berikut: 

  • Lanjut usia yang memiliki luka terbuka pada kaki

  • Lanjut usia yang memiliki penyakit hipertensi, namun tekanan darahnya turun/ hipotensi/drop/normal/normotensi

Dalam melaksanakan prosedur hidroterapi rendam air hangat diperlukan beberapa peralatan, bahan dan prosedur tindakan, yaitu:


1) Peralatan:

  • Termometer

  • Basin/baskom

  • Dua buah handuk

  • Wadah air atau termos yang berisi air panas


2) Prosedur Tindakan:

  • Bawa peralatan mendekati pasien.

  • Campurkan air dingin dan air panas, lalu ukur suhunya dengan termometer (suhu 39°C – 42°C), isi baskom setengah penuh.

  • Letakkan baskom di dekat tempat tidur.

  • Duduk di tempat tidur dengan kaki menggantung ke bawah dan pastikan tempat tidur aman.

  • Jika kaki tampak kotor, maka cuci kaki terlebih dahulu. Celupkan dan rendam kaki sampai betis dan biarkan sampai sepuluh menit.

  • Tutup baskom dengan handuk untuk menjaga suhu.

  • Lakukan pengukuran suhu tiap lima menit, jika suhu turun tambahkan air panas sampai suhu sesuai kembali.

  • Setelah selesai (sepuluh menit), angkat kaki dan keringkan dengan handuk. Rapikan peralatan.


Hasil

Dari hasil penelitian yang dilakukan, pemberian hidroterapi rendam air hangat pada kaki selama sepuluh menit dengan suhu air 39ºC-42ºC, dilakukan satu kali sehari selama lima hari, efektif menurunkan tekanan darah pada lanjut usia dengan hipertensi derajat 1 atau hipertensi ringan.


Hidroterapi air hangat pada kaki terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lanjut usia. Prosedur tindakan ini sangat mudah dan murah serta aplikatif baik dilakukan pada lanjut usia dengan hipertensi di rumah maupun pada kelompok khusus. Pendidikan kesehatan dapat diberikan kepada lanjut usia dengan hipertensi untuk melakukan prosedur hidroterapi air hangat sebagai terapi pendamping selain terapi obat antihipertensi yang dikonsumsi.


Kesimpulannya hidroterapi air hangat dianggap sebagai metode efektif dalam penanganan tekanan darah pada berbagai kelompok pasien hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa terapi komplementer hidroterapi rendam kaki air hangat ini bermanfaat sebagai terapi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien dengan hipertensi.


Penulis: Ns. Debat Sendy Asmoro - RS. Baptis Kediri

Editor: Eliezer